Dalam dua hari terakhir ini, kita disajikan kejadian- kejadian yang di luar kebiasaan kita selama ini. Pada Senin dinihari kemarin kita disajikan pemandangan _the outer space_ berupa gerhana bulan.
Hari ini, Selasa, 9 September 2025, Allah swt menyajikan pada kita semua apa yang disebut dengan _Epsilon Perseids_ yaitu masuknya debu sisa komet ke atmosfer bumi. Karena meteornya relatif banyak maka seringkali disebut sebagai hujan meteor.
Itu akan terjadi pada setiap tahun sekitar antara tanggal 5 hingga 21 September. Puncaknya akan berlangsung hari ini, 9 September 2025.
Hujan meteor itu menurut _The Sky Live_ dapat meluncur ke atmosfer bumi dengan _speed_ 64 kilometer per detik. Di Amerika Serikat, ada perkumpulan masyarakat pemerhati meteor dikenal dengan _American Meteor Society._ Kata sebagian mereka bahwa hujan meteor hari ini termasuk ke dalam hujan meteor variabel kelas II.
Sementara itu NASA, lembaga antariksa AS, mengatakan bahwa setiap hari sekitar 44.000 kilogram puing purba yang berasal dari pembentukan tata surya bertambah ke dalam atmosfer planet bumi.
Fenomena alam semesta ini ternyata menimbulkan jejak ekor indah yang dapat dilihat oleh mata telanjang. Menghasilkan periode peningkatan aktifitas _”meteor showers”_ atau hujan meteor.
Kejadian alam ini apakah merupakan kejadian biasa yang bersifat _natural_ sebagai konsekuensi logis dari adanya milyaran planet dan meteor yang amat banyak atau sebaliknya ada _grand design_ dari _The Creator of this Universe_ tersembunyi di balik itu.
_Pertama_ , di balik semua kejadian di alam semesta ini ada Allah,swt yang bersifat _wujud_ ada atau _being_ . Indikasinya dapat dilihat secara _naqli_ seperti ayat al-Qur’an, _lahu maa fis samawaati wa maa fil ardhi_ (QS.Thaha,20:6), (Kepunya an Allah-lah semua yang ada di langit dan di bumi). Artinya, semua yang kita saksikan ada di langit dan di bumi adalah bukti adanya Allah,swt. Termasuk dalam hal ini kejadian alam seperti gerhana bulan dan hujan meteor atau _Epsilon Perseids._
Dengan pendekatan filsafat deduktif kita bisa memahami bahwa semua itu ada karena ada Allah,swt (QS.Thaha,20:14). Ayat ini di samping mengintroduksi adanya Aktor Mahakuasa di balik adanya semua fenomena alam ini yaitu Allah,swt juga meminta kita untuk mau beribadah pada-Nya dengan menegakkan salat untuk mengingat-Nya.
_Kedua_ , fenomena _Epsilon_ _Perseids_ itu juga sudah diperkenalkan sebagai bagian dari _qudrat_ atau kuasa Allah,swt dalam al-Qur’an dalam QS.at-Takwir,81:2, “Apabila bintang-bintang berjatuhan”. Ada _mufassir_ yang memaknai kata _an-nujum_ dalam ayat itu salah satunya adalah hujan meteor atau _meteor showers_.
_Ketiga_ , fenomena alam berupa hujan meteor itu juga bisa difahami sebagai bagian dari cara-cara Allah swt akan adanya kiamat yang tidak bisa dibantah kejadiannya (QS.Thaha,20:15).
Dalam ayat itu, kiamat memang dirahasiakan waktunya agar Allah swt menguji kita semua untuk mau percaya dan beriman adanya hidup setelah mati di mana kita akan mempertanggungjawabkan semua apa yang kita kerjakan di dunia. Meski demikian, gejala-gejala kiamat itu telah ditampakkan secara kasat mata melalui _Epsilon Perseids._
Arti lainnya, dibutuhkan kesadaran dengan mengkaji _ayat-ayat kauniyah_ berupa Epsilon Perseids ini adanya Allah,swt dan hari akhirat yang menghendaki kita semua untuk mau mengendalikan diri dari berbuat yang merusak alam secara ekoteologis. Sambil mempersiapkan diri secara maksimal dengan amal-amal produktif dan cerdas dalam menghadapi kiamat dan hari esok yang lebih baik lagi.
_Keempat_ , lepas dari semua itu ada kenikmatan tersendiri di balik fenomena alam hujan meteor yaitu keindahan tiada tara yang dapat disaksikan secara kasat mata. Menghadirkan periode _meteor showers_ yang indah menakjubkan. _Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illa Allah wa Allahu akbar_ .
Pantas kita memuji dan mengkuduskannya, karena memang Dia Mahaindah, _inna Allah jamilun yuhibb al-jamaal_ , Sesungguhnya Allah,swt (Mahaindah suka dengan segala yang indah). Sungguh eksotis alam semesta ini. Ada nuansa estetika yang dibangun di balik _Epsilon Perseids_ ini.